Sunday, May 27, 2007

Russell Watson Live!!!

Russell Watson. The Voice Live!

Russell Watson emang bener-bener seorang “freak”. “Gue punya suara bagus, lihat kan?, dan semua orang ingin mendengarkan satu dua bait kehebatan saya menyanyi dengan nada tinggi”. Sangat berkesan narcis, tapi memang benar adanya. John Russell Watson, pria kelahiran Salford Inggris 34 tahun yang lalu ini, memang memiliki suara nan memukau, bahkan disebut-sebut sebagai pembawa angin baru di persilatan musik klasik yang sebelumnyya didominasi penyanyi bertubuh tambur. The Three Tenors. Di tahun- tahun mendatang, Russell Watson diperkirakan bakal segera menggeser dominasi si tambur-tambur ini.

Selain memiliki wajah tampan dan kemampuan menapaki nada-nada tinggi, namun penyanyi ini pula didukung dengan kefasihan berbahasa latin ataupun Italia yang yang memang menjadi referensi utama koleksi standar lagu klasik.
Di awal debutnya tahun 2000 yang mengeluarkan album “The Voice” dengan lagu andalan karya ennio moricone “ nella fantasia” , telah membawanya untuk meraih gelar oenyanyi klasik terbaik pada ajang Classical brits di Inggris Raya.

Pada februari 2002, Russel Ratwon melakukan perjalanan menuju negeri kiwi New Zealand untuk melakukan konser terbuka di kota Auckland. DVD bertajuk Russell Watson “The Voice, Live” adalah cakram rekaman konser Russell Watson di Auckland, sekalipun DVD ini memang bukan koleksi baru, tapi memang pada dasarnya DVD musik seperti ini jarang sekali ditemukan di sudut-sudut Jakarta, anggap saja koleksi ini sebagai pelengkap DVD musik yang gencar meluncur di pasaran original maupun glodok.

DVD ini seolah membawa the magic of “the voice” hadir di depan mata dengan suasana sore yang hangat di Auckland. Russell Watson membuka penampilannga dengan menampilkan “Torna a surriento” di lanjutkan dengan karya franz Schubert “ave maria”.

Pada konser ini rupanya Russell tis\dak tampil sendiri, dia ditemani oleh faye tozer si vokalis utama group anak muda yang sudah bubar(?) the steps yang menampilkan duet manis karya robin smith – some on like you. Tidak lupa nikmati lengkingan memukaunya pada saat tampil dengan “e lucevan le stele”.

Bagian yang menarik dan yang terbaik adalah penampilannya bersama bintang klasik muda berbakat hayley westenra yang tampil sangat – sangat memukau menyanyikan lagu tradisionil suku maori “pokarekare ana”.benar-benar dibuat takyub!!!. Sebelumnya pada konser ini hayley tampil tunggal membawakan “I dreamed a dream”. Selanjutnya penonton nampak terhanyut dengan lantunan suara emas Russell yang berturut-turut menampilkan “o sole mio”, “volare”, “somewhere” yang menjadi theme song musical broadway “the west side story” serta lagu andalan lainnya yang diambil dari film “the enterprise” yaitu “where my heart will take me”

Konser ini ditutup dengan penampilan bersama russel dengan hayley westenra dan faye toyzer yang menbawakan lagu klasik tahun 50an “now is the hour” seolah-olah menjadi lagu penutup yang sempurna untuk penampilan sempurna seorang Russell Watson.

Ah saya jadi berangan-angan, kapan Indonesia punya penyanyi sehebat ini?. Saya jadi teringat dengan seorang penyanyi Indonesia yang menurut saya cukup bagus dari kualitas dan teknik vokalnya yaitu rey jeffryn. Rey jeffryn namanya sempat mencuat saat membawakan theme song “ biola tak berdawai”. Suaranya memang emas dan sungguh mengingatkan saya pada vokal yang mirip-mirip dengan penyanyi pop/klasik asal jerman (?) helmut lotti.

Penasaran untuk menyaksikannya, gampang datang saja ke mangga dua mall lt 2 pas depan pizza hut. Cari saja engkoh chandra, nggak perlu membeli yang versi original karena memang cukup mengeluarkan uang rp. 20.000 bisa membawa pulang DVD produksi flying pig tahun 2002 ini. Dengan catatan nggak janji masih tersedia..hhe hhe hheee

Ini linknya kalo penasaran ingin dengan suara bening hayley westenra dan Russell Watson yang membawakan pokarekare ana.
http://download.yousendit.com/2000AB9A01F374AA

Pisss ahhh..

Broadway: The Lost Treasures

Broadway: The Lost Treasures

Horeeee..setelah beberapa kehilangan semangat untuk sekedar lunch plus blanja blenji kaos kaki, kaos kutang, atau pernak-pernik kantor, duh senang banged akhirnya lapak lapak tercinta kembali..yesssss..waktunya belanja memperkaya koleksi, siapa tahu bisa dipamerin di milis ini.

Oh god, oh yes, oh no..saya menemukan harta karun di gang senggol, DVD dengan tajuk “Broadway : Lost Treasure..alahmakkk !!!

DVD yang berdurasi 104 menit ini seperti melambungkan khayalan berjalan jalan di sekitar Broadway. DVD terbagi menjadi 4 theme yang diambil langsung dari penampilan musical terbaik ala broadway.

Broadway Divas. Babak ini menampilkan salah satu legenda broadway Vivian Blaine dalam “guys and dolls” yang dimainkan di 46th street theatre 24 November 1950. Ada lagi Patti Lupone duet bersama Mandy Patinkin dalam “evita”. Yang paling asyik untuk dinikmati adalah Carol Channing dalam “ hello, dolly”. Dengan setting akhir abad 19 di kota new york. Lagu hello dolly sendiri sempat menjadi lagu standar beberapa prominent singer di era 60 seperti andy williams , frank sinatra, cliff richard ataupun louis amrstrong. Jangan lupa juga nikmati suara emas pelakon Maria di “sound of music” yaitu Julie Andrew dalam “ a little night music”.

Leading Man. Berisi 5 penampilan terbaik yang men-shoot tokoh pria dari beberapa penampilan seperti Yul Brynner dalam “The King and I”,paul Lynde dalam “bye bye birdie”. Simak juga penampilan Zero Mostel yang dijuluki sebagai “the glowing broadway musical ever” yang diambil dari “fiddler on the roof” dan ditayangkan di Imperial Theatre tanggal 22 September 1964. Versi movie yang termasuk kategori Musical drama-comedy ini pernah ditampilkan oleh metroTv beberapa waktu lalu. Seperti penampilan karya broadway lainnya, seolah memberikan inspirasi bagi penyanyi lainnya untuk mendaur ulang. Sebut saja “Sunrise, sunset” dari “fiddle on the roof” ramai dinyanyikan artis era 60an seperti Andy williams, perry como, bobby vinton, connie francis, matt monro, eddie fisher dan beberapa artis lainnya dan sempat menjadi hit di era tersebut.

Silahkan suruput suara emas perry como – sunrise, sunset di link ini :
http://download.yousendit.com/BDA876E913B847EF

Dancing. Judulnya saja sudah dancing yah tentunya isinya seputar dansa densi yang diambil dari “cabaret”, “chicago” dan “42nd street. Chicago sendiri pernah dirilis ulang dan diputar di bioskop beberapa waktu lalu termasuk jaringan 21 di jakarta. “Cabaret” sendiri seperti menjadi buku kuning yang menjadi ide berkarya para koreagrafer di indonesia yang dikemas dalam versi operet atau penampilan panggung lainnya.


Record Breakers. Hanya mengambil 2 dari sekian banyak penampilan broadway yang menjadi hit. Salah satunya adalah penampilan andrea Mcardie dari “annie”. Masih ingat lagu yang sama sempat menjadi satu lagu populer di era 80an yang dinyanyikan Nikka Costa atau Melissa Manchester “Tomorrow”. Satu lagi “Cats”, dari penampilan ini melahirkan hit abadi “memory” yang banyak dipopulerkan penyanyi berkelas sebut saja barbara streisand, elaine page, barry manilow ataupun nana mouskouri.

Penasaran dengan alunan suara andrea mcardie ?. Ini dia link-nya :
http://download.yousendit.com/DAE56A9378554370

Namun sayang sekali DVD ini tidak memuat legenda broadway lainnya seperti “west side story”, “my fair lady” atau “New york, New york” ataupun” sound of music” yang didaulat sebagai penampilan musical broadway terbaik sepanjang masa.

Seperti nggak puas menonton penampilan terbaik dan sangat langka, saya jadi merindukan tontonan musical ala broadway yang dulu sering dipentaskan oleh Guruh Soekarno Putra dengan GSP dan bulu-bulu burungnya yang berwarna menyolok mata diatas kepala itu lho, atau wanita2 cantik berkebaya dan seksi dengan kipasnya berputar membentuk lingkaran. Duh kapan yah bisa nonton tayangan itu lagi…kangen bangedddddd..

Yah sutralah …daripada mimpi ngehayal bebong ke broadway atau nunggu si godot menari-nari dengan bulu-bulu burungnya. DVD Broadway:Lost Treasures ini sudah cukup untuk memuaskan kerinduan akan tayangan musikal bermutu, daripada dipaksain nonton indonesia idol yang lebih pas disebut teen idol. Silahkan saja mampir ke gang senggol jalan sabang (baca: Sojong- Sogo Jongkok), nggak perlu merogoh saku dalem-dalem. Cukup Rp. 6.000, kalau mau pakai casing cukup tambah Rp 1.000 bisa bungkus bawa pulang DVD ini…halahhh dasar pencinta bajakan !

Nyontek Nyontek Karya Cipta ala Indonesia

Terminologi Plagiat atau penjiplak atau nyontek kayaknya menjadi sebuah kata mengerikan dalam sebuah karya cipta, bahkan orang ramai ramai mendaftarkan karya ciptanya dengan tujuan melindungi karya ciptanya dijiplak untuk tujuan komersil pribadi. Namun konon rupanya urusan plagiat atau jiplak menjiplak bukan hanya urusan meniru/menyontek sebuah karya musik, konon tudingan plagiat sudah sering digunakan untuk karya lainnya, sebut saja dalam dunia akademis, plagiat adalahjulukan yang sangat memalukan dan sangat diharamkan. Masih ingat kisah seorang kandidat doktor di salah satu perguruan tinggi terkenal di Yogyakarta yang terancam dicabut gelar doktornya gara-gara dituding menjiplak disertasi serupa, atau berita terakhir yang disuarakan FFB (Forum Film Bandung) yang mensinyalir sebagian besar sinetron yang ditayangkan televisi dan meraih rating tinggi konon adalah jiplakan dari serial serupa di beberapa negara asing seperti Jepang, korea bahkan dari negara-negara di amerika latin. Syah syah saja kalo akhirnya para produser sinetron “membela diri” dengan menyebut bahwa karyanya telah mendapat izin dari produser di luar nagreg sono atau mengaku merupakan karya adaptasi dari cerita asli. Emang gue pikirin!!. Apapun penjelasanya, benang merahnya sangat jelas. Miskin karya dan tidak kreatif. Mudah-mudahan kalimat terakhir ini tidak menjadi polemik di milis ini.

Kembali ke cerita karya cipta musik, setelah melalui penerawangan dan konsultasi spiritual dengan beberapa paranormal beken yang iklannya sering muncul di harian ibukota, saya menemukan adanya kemiripan kalau tidak mau disebut plagiat alias menyontek baik itu dari melodi maupun aransemen musik.

(Punteun ka urang bandung). Coba perhatikan lagu “panon hideung” yang populer di wilayah parahyangan dengan alunan lagu “nathalie” atau versi lain dengan judul “nostalgie” yang disenandungkan julio iglesies. Pasti akan setuju kalo kedua lagu itu ada kemiripan pada beberapa melodinya. Kebetulan kah?

Di era 70an, ada lagu anak-anak yang digandrungi anak-anak yang dinyanyikan oleh Yenny Ita dan Niniek yang berjudul “matahari terbenam”. Lagu ini sempat menjadi theme song Republik Mimpi sewaktu masih ditayangkan di Indosiar. Bandingkan dengan lagu yang sempat populer di negeri belanda “Den uyl is in den olie” yang dinyanyikan oleh Vader Abraham. Hampir plek 100% sama. Yang ini boleh dibilang indonesiasasi karya asing kah?.
Ini dia link-nya : http://download.yousendit.com/815A6F1C2ED7D054

Di era 70 duet Titik sandhora yang berpasangan Muchsin alatas sempat populer dengan lagu “percaya harapan dan cinta “ bandingkan lagu ini dengan lagu yang dibawakan penyanyi cilik asal negri belanda di era yang sama yaitu wilma dengan lagunya “geloof hoop en liefde”. Atau salah satu hitnya yang lain “hatiku-hatimu’ dengan lagu “somewhere between” yang dibawakan The Tumbleweeds. Yang ini boleh dibilang nyontek abis nggak?
coba deh suruput link-nya : http://download.yousendit.com/A623125552D447D3

Ketika nama Didi kempot (?) melambung dengan lagunya yang sangat fenomenal “Cucokrowo”, terus terang saya terhenyak kaget karena lagu ini mengingatkan saya pada jaman baheula. Lagu ini benar-benar mengingatkan masa lalu di kampung yang kebetulan tetangga saya (keturunan belanda) sering memutar lagu yang menurut telinga saya mirip dengan lagu cucokrowo yaitu “Je bent niet rijk” yang dinyanyikan Hanny en de Rekels. Di saat didi kempot dieluk-elukan dengan”karya ciptanya”, saya cuman berguman…koq mirip yah melodinya terutama pada saat intro-nya.
Ini dia link-nya : http://download.yousendit.com/A6C824CD2D8F1A55

Artis sekelas ruth sahanaya (era 80an), dengan senang hati menyanyikan lagu “amburadul”. Coba bandingkan aransemen musiknya dengan lagu “control” yang sudah kadung duluan populer oleh janet jackson. Ah jangan-jangan cuman kebetulan saja barangkali.

Masih ingat film ranjau-ranjau cinta, yang theme song-nya dinyanyikan johan untung(?), di era awal 80an sangat populer bahkan menjadi lagu standar di beberapa klub di bandung. Coba dengarkan pula lagu “Give me your heart tonight”, yang dipopulerkan penyanyi asal inggris shakin stevens. Nyontek abis yah?

Yang lumayan agak terkini, adalah lagu “SMS, bang sms siapa ini bang?, konon menurut sahibul hikayat pada beberapa bagian mengambil salah satu mahakarya mbah musik dunia Ludwig van beethoven symphony no 9 pada bagian chrorus-nya (?)…

Dan masih banyak karya karya lain yang “mirip-mirip”, tapi cukup digandrungi di negeri ini. Sebut saja Imaniar dengan lagunya howard jones atau A-ha, atau atiek CB di awal debutnya njiplak de do do de da da –nya The Police. Kalau sudah begini, jadi ingat bumbu sambal terasi. Cabeeee deh!..

Ah…ini kan cuman sebuah opini yang kebetulan muncul dari seorang ihras. Ngak perlu menjadi sebuah argumentasi yang tak berkesudahan (nggak mungkin ya?) karena bisa jadi tulisan semacam ini memang sudah sering muncul. Lha wong ada yang baca tulisan ini saja udah membuat wajah merah merona.